Site icon Sinjai Info

Dibuka Bupati Sinjai, Benteng Balangnipa jadi Panggung Sinjai Culture Fest 2026

Dibuka Bupati Sinjai Benteng Balangnipa Jadi Panggung Sinjai Culture Fest 2026

Dibuka Bupati Sinjai Benteng Balangnipa Jadi Panggung Sinjai Culture Fest 2026

Dibuka Bupati Sinjai, Benteng Balangnipa jadi Panggung Sinjai Culture Fest 2026

SINJAI – Benteng Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, kembali menjadi panggung perayaan budaya. Bangunan bersejarah yang selama ini menjadi salah satu saksi perjalanan panjang Kabupaten Sinjai itu dipenuhi semarak Sinjai Culture Fest (SCF) 2026, Rabu malam, 12 Agustus 2026.

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif. Suasana pembukaan terasa semakin meriah ketika gemerlap lampu berpadu dengan tabuhan gendang, menandai dimulainya salah satu agenda budaya yang kini semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Harmoni Budaya, Harmoni Kemerdekaan”, Sinjai Culture Fest menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menyaksikan beragam ekspresi budaya lokal. Bukan sekadar pertunjukan, festival ini juga menjadi momentum untuk merawat identitas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sinjai kepada khalayak yang lebih luas.

Dalam sambutannya, Bupati Sinjai menegaskan bahwa SCF tidak hanya diperuntukkan bagi seniman dan budayawan. Festival tersebut, kata dia, merupakan ruang bersama yang dapat dinikmati sekaligus dimanfaatkan seluruh masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Sinjai Culture Fest memiliki arti penting dalam upaya melestarikan budaya lokal. Terlebih, kegiatan tersebut telah masuk dalam kalender event Provinsi Sulawesi Selatan sehingga memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan sebagai bagian dari daya tarik daerah.

“Besar harapan saya, event ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya, sehingga menjadi wadah bagi Pemerintah Kabupaten, akademisi, pelaku budaya, dan masyarakat untuk sama-sama berkolaborasi membangun Sinjai yang lebih maju, sejahtera, mandiri dan berkeadilan,” ujar Ratnawati Arif sebelum membuka kegiatan.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan Sinjai Culture Fest sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan. Festival budaya, menurutnya, bukan hanya tentang panggung dan pertunjukan, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan Sinjai hingga ke tingkat yang lebih luas.

Hadirkan Ragam Lomba dan Pertunjukan Seni

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai, Andi Mandasini Saleh, menyampaikan bahwa Sinjai Culture Fest 2026 diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah lomba busana wastra. Kegiatan ini mengangkat kekayaan kain tradisional sekaligus identitas dan kearifan budaya yang berkembang di berbagai daerah di Nusantara.

“Tujuan Sinjai Culture Fest ini selain untuk melestarikan dan memperkenalkan wastra Nusantara, juga untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri terhadap budaya, menggerakkan roda perekonomian lokal, sekaligus memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” jelas Andi Mandasini.

Tidak hanya perlombaan busana, festival juga diramaikan penampilan musik dari para seniman lokal. Sejumlah pertunjukan lainnya turut disiapkan, mulai dari persembahan aubade siswa SMP dan SMA se-Kabupaten Sinjai, osong, hingga berbagai pementasan seni.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 12 hingga 13 Agustus 2026.

Benteng Balangnipa Jadi Ruang Ekspresi Budaya

Pemilihan Benteng Balangnipa sebagai lokasi kegiatan memberi warna tersendiri bagi pelaksanaan festival. Bangunan bersejarah tersebut tidak hanya menjadi latar acara, tetapi juga seolah kembali menjalankan perannya sebagai ruang pertemuan antara sejarah, seni, dan masyarakat.

Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, berbagai pertunjukan budaya yang digelar di kawasan benteng menghadirkan pengalaman berbeda. Warisan masa lalu bertemu dengan kreativitas generasi sekarang dalam sebuah perhelatan yang dikemas lebih terbuka dan meriah.

Kehadiran pelaku seni, komunitas budaya, pelajar, pemerintah, hingga pelaku ekonomi kreatif memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Sinjai Culture Fest pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang regenerasi seniman, promosi budaya lokal, sekaligus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang.

Dihadiri Berbagai Unsur

Pembukaan Sinjai Culture Fest 2026 turut dihadiri Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, Ketua DPRD Sinjai, unsur Forkopimda, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Ketua TP-PKK Sinjai, serta perwakilan Poltekpar Makassar.

Hadir pula pimpinan BUMN dan BUMD, kepala OPD dan kepala bagian, Camat Sinjai Utara, Lurah Balangnipa, tokoh budaya, serta para pelaku ekonomi kreatif yang berada di Kabupaten Sinjai.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi gambaran bahwa festival budaya tidak berdiri sendiri. Ada semangat kolaborasi yang ingin dibangun agar kebudayaan tetap tumbuh, dikenal, dan memiliki ruang di tengah perkembangan zaman.

Dengan berlangsungnya Sinjai Culture Fest 2026, Benteng Balangnipa kembali memperlihatkan wajah lainnya. Jika selama ini ia dikenal sebagai bagian penting dari sejarah Sinjai, pada malam itu kawasan tersebut berubah menjadi ruang perayaan budaya, kreativitas, dan semangat kebersamaan masyarakat.

Melalui tema “Harmoni Budaya, Harmoni Kemerdekaan”, SCF 2026 membawa pesan sederhana tetapi penting: merawat budaya berarti menjaga identitas, sementara merayakannya bersama-sama dapat menjadi cara untuk memperkuat persatuan dan memperkenalkan Sinjai kepada dunia luar.

Exit mobile version