Kintamani dikenal sebagai salah satu kawasan wisata populer di Kabupaten Bangli, Bali. Selain menawarkan panorama pegunungan, Danau Batur, dan udara sejuk, kawasan ini juga memiliki kehidupan masyarakat yang beragam. Bagi wisatawan Muslim, keberadaan masjid menjadi salah satu informasi penting, terutama ketika ingin melaksanakan salat selama berada di Kintamani.
https://sinjai.eu.org/2026/08/21/7-masjid-bersejarah-di-bali-dengan-arsitektur-indah-dan-megah/
Salah satu masjid yang tercatat sebagai rumah ibadah utama di kawasan tersebut adalah Masjid Besar Al-Muhajirin. Masjid ini berada di Dusun Sudihati, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Menariknya, masjid tersebut bukan sekadar tempat ibadah bagi masyarakat Muslim setempat. Berdasarkan informasi pencatatan rumah ibadah, Masjid Besar Al-Muhajirin telah berdiri sejak 1936, sehingga memiliki sejarah panjang dalam perkembangan komunitas Muslim di kawasan Kintamani.
Masjid di Kintamani yang Menjadi Pusat Kegiatan Keagamaan
Masjid Besar Al-Muhajirin termasuk masjid jami atau masjid besar yang digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan keagamaan. Lokasinya berada di wilayah Desa Kintamani sehingga keberadaannya cukup penting bagi jamaah Muslim yang tinggal di kawasan tersebut.
Sebagai tempat ibadah yang telah berdiri selama puluhan tahun, masjid ini menjadi bagian dari perjalanan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Muslim Kintamani. Aktivitas di dalamnya tidak terbatas pada pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga dapat mencakup kegiatan keislaman dan sosial masyarakat.
Keberadaan masjid seperti Al-Muhajirin juga memberikan kemudahan bagi wisatawan Muslim yang berkunjung ke Kintamani. Mereka dapat memasukkan waktu salat ke dalam agenda perjalanan tanpa harus meninggalkan kawasan wisata terlalu jauh.
Sejarah Masjid Besar Al-Muhajirin Kintamani
Salah satu hal yang membuat Masjid Besar Al-Muhajirin menarik perhatian adalah usia bangunannya. Masjid ini tercatat berdiri sejak tahun 1936.
Artinya, keberadaan masjid tersebut telah melewati berbagai periode perkembangan masyarakat di Bali. Selama puluhan tahun, masjid menjadi tempat masyarakat Muslim berkumpul untuk menjalankan ibadah sekaligus membangun hubungan sosial.
Usia yang panjang tersebut juga menjadikan Masjid Besar Al-Muhajirin sebagai salah satu masjid yang memiliki nilai sejarah bagi komunitas Muslim di Kintamani.
Namun, informasi mengenai sejarah awal pembangunan dan perkembangan fisik masjid secara lebih terperinci tetap perlu merujuk pada dokumentasi resmi atau keterangan dari pengurus masjid maupun masyarakat setempat.
Lokasi Masjid di Kintamani Bali
Masjid Besar Al-Muhajirin beralamat di Dusun Sudihati, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Lokasi ini berada di kawasan Kintamani yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata pegunungan di Bali. Kintamani sendiri berada di wilayah dataran tinggi sehingga wisatawan biasanya datang untuk menikmati suasana sejuk dan pemandangan alam.
Bagi wisatawan Muslim yang sedang melakukan perjalanan di kawasan tersebut, mengetahui lokasi masjid dapat membantu menyusun perjalanan dengan lebih nyaman, khususnya ketika waktu salat bertepatan dengan jadwal kunjungan wisata.
Fasilitas dan Fungsi Masjid bagi Masyarakat
Sebagai masjid jami, Masjid Besar Al-Muhajirin memiliki fungsi utama sebagai tempat pelaksanaan ibadah umat Islam. Masjid juga menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk kegiatan keagamaan.
Masjid yang aktif biasanya memiliki peran sosial yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan seperti pengajian, peringatan hari besar Islam, kegiatan Ramadan, hingga aktivitas sosial dapat berlangsung di lingkungan masjid sesuai program pengurus dan kebutuhan jamaah.
Informasi yang tersedia juga menunjukkan bahwa masjid tersebut digunakan oleh jamaah Muslim setempat. Hal ini memperlihatkan bahwa Masjid Besar Al-Muhajirin masih memiliki fungsi penting bagi kehidupan keagamaan masyarakat Kintamani.
Masjid Jami di Kintamani dengan Tanah Wakaf
Data mengenai Masjid Besar Al-Muhajirin mencatat luas tanahnya berada di kisaran 330 hingga 370 meter persegi. Status tanah masjid tercatat sebagai tanah wakaf.
Status wakaf memiliki arti penting bagi keberlangsungan sebuah rumah ibadah. Tanah wakaf dapat digunakan untuk kepentingan keagamaan dan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya status tersebut, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi salah satu bagian dari aset sosial-keagamaan masyarakat Muslim di kawasan Kintamani.
Masjid untuk Wisatawan Muslim di Kintamani
Kintamani merupakan kawasan yang banyak dikunjungi wisatawan karena memiliki berbagai daya tarik alam. Panorama Gunung Batur dan Danau Batur menjadi salah satu alasan wisatawan memasukkan wilayah ini ke dalam rencana perjalanan mereka di Bali.
Wisatawan Muslim tentu membutuhkan informasi mengenai tempat salat ketika melakukan perjalanan. Karena itu, pencarian seperti “masjid di Kintamani”, “masjid terdekat di Kintamani”, atau “tempat salat di Kintamani Bali” cukup relevan bagi wisatawan yang ingin tetap menjalankan ibadah selama berwisata.
Masjid Besar Al-Muhajirin dapat menjadi salah satu lokasi yang perlu diketahui sebelum melakukan perjalanan. Wisatawan sebaiknya tetap memeriksa akses, waktu kegiatan, dan kondisi terbaru sebelum berkunjung, terutama jika datang pada waktu tertentu atau membawa rombongan.
Aktivitas Keagamaan di Masjid Al-Muhajirin
Masjid memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tempat melaksanakan salat. Dalam kehidupan masyarakat, masjid sering menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial.
Masjid Besar Al-Muhajirin juga digunakan dalam berbagai aktivitas masyarakat Muslim setempat. Keberadaan jamaah yang aktif membuat masjid tetap berfungsi sebagai ruang interaksi sosial dan keagamaan.
Pada bulan Ramadan, misalnya, masjid dapat menjadi tempat pelaksanaan salat tarawih, tadarus, buka puasa bersama, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Sementara pada hari besar Islam, masjid dapat menjadi lokasi pelaksanaan ibadah dan kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Pentingnya Mengetahui Lokasi Masjid Saat Berwisata
Wisatawan Muslim sebaiknya mengetahui lokasi masjid sebelum menjelajahi kawasan wisata Kintamani. Langkah sederhana ini dapat membantu menghindari kesulitan ketika waktu salat tiba.
Selain mengetahui nama masjid, wisatawan juga perlu memperhatikan jarak dari lokasi wisata yang akan dikunjungi. Penggunaan aplikasi peta digital dapat membantu menemukan rute dan memperkirakan waktu perjalanan.
Informasi mengenai kondisi jalan dan akses menuju masjid juga dapat berubah. Karena itu, wisatawan sebaiknya menggunakan informasi peta dan sumber lokal yang paling baru ketika merencanakan perjalanan.
Masjid di Kintamani dan Kehidupan Muslim di Bali
Keberadaan Masjid Besar Al-Muhajirin memperlihatkan bahwa kehidupan masyarakat Muslim juga menjadi bagian dari keberagaman sosial di Bali. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang masyarakat untuk menjaga tradisi keagamaan dan membangun hubungan sosial.
Dengan sejarah yang dimulai sejak 1936, Masjid Besar Al-Muhajirin memiliki perjalanan panjang sebagai tempat ibadah umat Islam di Kintamani. Keberadaannya menjadi penting bagi masyarakat setempat sekaligus dapat membantu memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Kesimpulan
Jika Anda mencari masjid di Kintamani Bali, Masjid Besar Al-Muhajirin merupakan salah satu rumah ibadah yang penting untuk diketahui. Masjid ini berada di Dusun Sudihati, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Masjid yang tercatat berdiri sejak 1936 tersebut termasuk kategori masjid jami atau masjid besar. Dengan sejarah panjang dan aktivitas keagamaan yang masih berjalan, Masjid Besar Al-Muhajirin memiliki peran bagi masyarakat Muslim di Kintamani.
Bagi wisatawan Muslim, informasi mengenai masjid ini dapat menjadi bagian penting dalam merencanakan perjalanan ke Kintamani. Sebelum berkunjung, pastikan Anda mengecek informasi lokasi dan akses terbaru agar perjalanan sekaligus ibadah dapat berlangsung dengan nyaman.
FAQ Masjid di Kintamani
1. Apa nama masjid utama di Kintamani?
Salah satu masjid utama yang tercatat di kawasan Kintamani adalah Masjid Besar Al-Muhajirin.
2. Di mana lokasi Masjid Besar Al-Muhajirin?
Masjid ini berada di Dusun Sudihati, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
3. Kapan Masjid Besar Al-Muhajirin berdiri?
Masjid Besar Al-Muhajirin tercatat berdiri pada tahun 1936.
4. Apakah Masjid Besar Al-Muhajirin termasuk masjid jami?
Ya. Masjid tersebut tercatat dalam kategori Masjid Jami atau Masjid Besar.
5. Apakah wisatawan Muslim dapat mencari masjid di Kintamani?
Ya. Masjid Besar Al-Muhajirin merupakan salah satu lokasi yang dapat menjadi pilihan tempat ibadah bagi Muslim yang berada di kawasan Kintamani. Sebaiknya periksa akses dan informasi terbaru sebelum berkunjung.







